Disclamer :
Mohon untuk dibaca dan dipahami secara seksama. Tulisan ini tidak untuk mengingkari beberapa sifat Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha Berkehendak.

Takdir adalah satu bagian dari kehidupan yang sering kali dibicarakan pada momen-momen tertentu. Entah momen kematian, pernikahan, dan banyak hal baik suka ataupun duka. Momen yang mudah sekali terucap oleh banyak manusia dengan ucapan “Mungkin ini sudah Takdirnya” ataupun “Ini semua sudah rencana Tuhan”. Yups, takdir selalu terdefinisi satu bagian yang sudah Tuhan rencanakan dan manusia tidak memiliki hak untuk merubah takdir tersebut.

Sebelum berbicara banyak hal terkait Takdir, mari coba perhatikan definisi takdir. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia :

Takdir merupakan ketentuan atau ketetapan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak zaman azali. Akan tetapi manusia tetap berusaha serta bertawakal, selebihnya diserahkan kepada Allah SWT.

Sebuah definisi yang sekilas sederhana tetapi sangat bertentangan. Bertentangan karena seakan manusia memiliki kekuatan (Usaha) untuk merubah apa yang Tuhan tetapkan. Apakah Tuhan selemah itu sehingga manusia yang sejatinya adalah ciptaan Tuhan mampu untuk mengubah apa yang Tuhan tetapkan ?

Mari mencoba untuk merenungkan satu ayat yang telah Allah turunkan kepada umat manusia. Satu ayat yang dapat memberi kita pengetahuan akan mekanisme takdir Tuhan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).

Satu ayat yang seharusnya memberikan banyak informasi bahwa pada dasarnya manusia memiliki hak untuk dapat mengubah takdinya sendiri.

Jika manusia memiliki hak untuk dapat mengubah takdirnya sendiri maka apa yang Tuhan tetapkan sejak zaman azali. Untuk memahami hal tersebut, mari coba renungkan perkataan Nabi Muhammad SAW.

“Allah telah menulis semua takdir makhluknya 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi”, (HR. Muslim No. 2653)

Dari sini dapat diketahui bahwa pada dasarnya, takdir manusia sudah dituliskan. Dari sini akan muncul sebuah pertanyaan besar

Jika Tuhan telah menetapkan takdir seseorang, untuk apa Tuhan memotivasi manusia untuk mengubah diri mereka sendiri ?

Untuk memahami apa yang Tuhan tuliskan, mari kita mempelajari sebuah ilmu yang sudah banyak dipelajari oleh manusia. Ilmu tersebut adalah recommender system.

Apa itu recommender system ?

Recommender system adalah sistem yang perekomendasi sesuatu item yang sering kita temui sehari-hari, misalnya di amazon.com atau e-commerce lain, kita sering mendapat rekomendasi tentang item yang seharusnya kamu beli. Di youtube atau spotify, kita juga mendapat rekomendasi tentang video atau lagu yang harusnya kita mainkan. Contoh lain lagi adalah (salah satu favorit saya) Movielens. Salah satu pioneer dalam riset sistem rekomendasi yang merekomendasikan film berdasarkan rating-rating film yang telah kita berikan. (https://structilmy.com/2019/06/sekilas-tentang-recommender-system/)

Definisi di atas menyebutkan bahwa recommender system adalah sebuah mekanisme untuk merekomendasikan sesuatu yang dapat dipilih oleh penerima rekomendasi. Untuk dapat memberikan sebuah rekomendasi, system ini memiliki dua cara antara lain: Content Based Filtering dan Collaborative Filtering

Content-Based Filtering: Kita buat profil user, misal melalui riwayat aktivitasnya terhadap item-item lain (like/dislike/rating, dsb.). Lalu ketika kita akan merekomendasikan sebuah item, kita lihat profil sebuah item apakah akan disukai atau tidak berdasarkan profil user tersebut. (https://structilmy.com/2019/06/sekilas-tentang-recommender-system/)

Collaborative Filtering: Kita merekomendasikan suatu item, berdasarkan kecocokan profil user dengan profil user yang lain. Misalnya, kebanyakan user yang suka produk A juga suka produk B, maka jika ada user lain yang suka produk A, kita bisa rekomendasikan produk B.(https://structilmy.com/2019/06/sekilas-tentang-recommender-system/)

Secara sederhana, Content Based Filtering adalah sebuah mekanisme untuk memberikan rekomendasi berdasarkan penerima rekomendasi sedangkan Collaborative Filtering adalah sebuah mekanisme untuk memberikan rekomendasi berdasarkan orang-orang disekitar penerima rekomendasi.

Untuk membuat system tersebut, syarat utamanya adalah system tersebut mengetahui banyak hal tentang si penerima rekomendasi.

Mari kembali lagi memahami apa yang telah Tuhan tuliskan sebelum Tuhan menciptakan Manusia.

Jika Tuhan dianalogikan sebagai sebuah recommender system dan penerima recommender system adalah umat manusia maka apa yang manusia pilih adalah apa yang telah Tuhan gariskan. Tuhan menuliskan apa yang akan dipilih manusia dengan tingkat akurasi pemilihannya adalah 100%. Akurasi tersebut dapat dicapai karena Tuhan Maha Mengetahui Tentang Apa yang ada di Langit dan di Bumi.

Dari sini dapat disimpulkan, Tuhan menuliskan apa yang akan terjadi pada manusia karena Tuhan Maha Mengetahui dan apa yang telah Tuhan tuliskan untuk manusia sejatinya adalah apa yang nantinya akan dipilih 100% oleh manusia itu sendiri. Dengan begitu, tidak akan ada pertentangan tentang apa yang Tuhan tuliskan dengan apa yang manusia usahakan karena apa yang telah diusahakan oleh manusia pada dasarnya telah dituliskan dalam ketentuan Tuhan.

Notes:
Apa yang disampaikan di atas tidak untuk mengingkari bahwa Tuhan Maha Berkehendak atas “Hamba-hambanya” yang Tuhan Kehendaki.
Tulisan di atas muncul karena 1 buah pertanyaan
“Apakah orang yang mati dalam keadaan tidak baik artinya memang Tuhan menghendakinya seperti itu ?”
“Apakah Tuhan sejahat itu kepada umat manusia dengan menetapkan hal yang tidak baik kepada mereka ?”