Jilbab Bukan Identitas Agama

Ilustarsi: https://www.kompas.tv/article/140649/akhir-cerita-siswi-nonmuslim-wajib-pakai-jilbab-kepsek-minta-maaf-hingga-mui-bereaksi?page=all

Jilbab adalah sebuah pakaian khusus kepala yang banyak dikenakan oleh wanita-wanita muslim. Bagi wanita muslim, menggunakan jilbab menjadi sebuah kewajiban karena aurat wanita muslim adalah seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Terlepas masih ada yang tidak menggunakan jilbab, itu merupakan kewenangan masing-masing pribadi wanita tersebut karena kewajiban ini diatur dalam sebuah hukum agama bukan hukum negara.

Beberapa hari ini, sedang terjadi sebuah kegaduhan yang sepatutnya tidak perlu dibahas di banyak media. Kegaduhan tentang sebuah kota yang mewajibkan anak didiknya untuk menggunakan jilbab. Hal tersebut telah tertuang dalam aturan pemerintah kota yang telah berjalan 15 tahun. Tidak ada yang salah dalam peraturan tersebut karena jilbab itu diimplementasikan bukan dalam konteks sebuah agama tetapi sebuah cara dari pemerintah kota untuk melindungi masyarakatnya, terutama bagi kaum wanita. Apakah hal tersebut bertentangan dengan konsep kebinekaan ?. Menurut penulis, hal tersebut tidak ada kaitannya jilbab dengan konsep kebinekaan karena jilbab itu dilihat dari sisi fungsionalitasnya bukan ritual agama tertentu. Jika hal tersebut merupakan sebuah ritual maka hal tersebut bertentangan dengan konsep kebinekaan.